Photobucket
Tampilkan postingan dengan label aksi mahasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aksi mahasiswa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Maret 2008

Demo tuntut keseriusan penyelesaian kasus BLBI

Kamis, 13 Maret 2008

WAWASAN

Image
Foto: indra-Ct
SEMARANG - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI), Kamis (13/3) pagi tadi, menggelar demo di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng. Mereka menuntut keseriusan pemerintah guna merealisasikan janji penyelesaian kasus BLBI. Dengan mengambil start di kampus Undip, Pleburan, puluhan masa ini berjalan melewati bundaran videotron, Kejati, dan terakhir di stasiun RRI, Jalan Ahmad Yani Semarang. ‘’Pemerintah harus segera menyelesaikan kasus BLBI sebagai bukti keseriusan. Kedua, bersihkan lembaga peradilan dari mafia peradilan.

Dan ketiga, cabut mandat SBY-JK apabila terdapat cacat penyelesaian kasus BLBI, karena ini merupakan cerminan kegagalan pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi,’’ ujar Budiyanto, Koordinator Pusat BEM SI dalam orasinya.

Budiyanto menambahkan, terungkapnya kasus dugaan suap yang menimpa Ketua Tim II Jaksa Penyidik Kasus BLBI, menunjukkan ketidakmapanan pemerintah SBY-JK dalam pemberantasan korupsi.

Perilaku korup dalam dunia hukum di Indonesia, terang dia, atau yang dikenal dengan mafia peradilan, merupakan penyakit kronis yang diderita oleh para aparatur negara. ‘’Sehingga, jika pemerintah tidak segera menyelesaikan kasus BLBI beserta dengan penyakit mafia peradilan yang terjadi di dalamnya, maka lebih baik mundur saja sebagai pimpinan negara,’’ tandas Budiyanto. abe-Ct

'Read More......'

Presiden Disambut Unjuk Rasa Kasus Soeharto

Sabtu, 09 Pebruari 2008 | 12:13 WIB

TEMPO Interaktif, Semarang:Kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada puncak peringatan Hari Pers Nasional di Semarang hari ini disambut aksi unjuk rasa para mahasiswa.

Sekitar 20 mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang ini meminta agar Presiden Yudhoyono segera menuntaskan proses hukum terhadap perkara mendiang mantan Presiden Soeharto. "Pemerintah wajib mengusut kasus-kasus Soeharto, baik perdata maupun pidana," kata salah satu mahasiswa dalam orasinya.

Aksi yang dilakukan mahasiswa ini mendapatkan pengawalan yang ketat dari aparat kepolisian. Bahkan, untuk menghadang gerak para pengunjuk rasa, polisi mengerahkan sekitar 30 polisi. Tampak, aparat keamanannnya lebih banyak dari pada mahasiswa yang menggelar aksi.

Penjagaan seperti itu membuat mahasiswa tidak bisa bergerak menuju tempat acara. Mahasiswa hanya berada di depan kantor Bank Indonesia Cabang Semarang. Meski begitu, para mahasiswa tetap berorasi meneriakkan tuntutannya.

Para mahasiswa juga menenteng beberapa poster yang bertuliskan: arwahnya gentayangan, hukum di Indonesia tidak ada harapan, Soeharto pahlawan bertopeng, dilarang membekukan pengusutan kasus Soeharto, dan lain-lain.
Hingga pukul 11.15 WIB mahasiswa masih berhadap-hadapan dengan aparat keamanan yang menjaganya.

Rofiuddin

'Read More......'

QUOVADIS SIKAP PASCA WAFATNYA MANTAN

PRESIDEN SOEHARTO

(Antara Kemanusiaan dan Keadilan)

Lima hari sudah hari berkabung nasional berlalu. Seiring berlalunya Indonesia berkabung yang ditetapkan oleh pemerintah selama tujuh hari sebagai sikap terhadap wafatnya mantan presiden Soeharto itu, sebetulnya masih menyisakan berbagai pertanyaan dan kontroversi. Secara kemanusiaan memang sebagai bangsa yang besar segenap rakyat harus berbesar hati untuk merelakan kepergian mantan orang nomor satu di Era Orde baru tersebut dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Namun, timbul pertanyaan berikutnya setelah secara kemanusiaan kita dah merelakan kepergian mantan Presiden kedua tersebut, bagaimanakah nasib rasa keadilan di masyarakat? Dan mau dibawa kemanakah pemenuhan rasa keadilan itu? Pertanyaan besar yang harus terjawab pasca wafatnya mantan Presiden Soeharto, Akan dihentikan dan cukuplah sampai disini saja pemenuhan rasa keadilan bagi rakyat ataukah masih akan berlanjut mengingat masih tertinggal berbagai persoalan termasuk persoalan hukum.

Dengan melihat kondisi dan situasi dimana kebingungan mulai muncul serta banyaknya pendapat mengenai penyelesaian kasus Soeharto, Membuat BEM KM UNDIP merasa perlu menanggapi sebagai salah satu elemen gerakan mahasiswa dengan bersikap :

  1. Tetap meminta kepada keluarga dan seluruh rakyat untuk membedakan antara rasa kemanusiaan dan keadilan, dimana secara kemanusiaan kita memang harus berbesar hati untuk melepas kepergian mantan Presiden Soeharto dengan segala kelebihan dan kekurangan, namun kita tidak dapat melepaskan tanggung jawab untuk tetap melanjutkan proses hukum kasus Soeharto untuk memenuhi rasa keadilan.
  2. Menyerukan dan mendesak Pemerintah untuk segera memutuskan proses hukum Soeharto agar jelas status hukumnya namun bukan dihentikan.

'Read More......'
Photobucket

Free chat widget @ ShoutMix

komentar

Photobucket


Template by Abdul Munir | Blog - Layout4all